yaa...
masih ada 38 hari lagi sebelum akhirnya aku menuju ke angka 21 dalam hidup
sebelum sampe akhirnya aku harus mengungkapkan beberapa pengakuan ku pada dunia yang selama ini aku ungkapkan dalam diam
yihaaa
well, well, well
nama aku meiriska eka syasmi
ayah ibu ku tersayang memanggilku Nka
panggilan kecilku dulu yang kerap membuat pantatku geal geol
aku adalah anak kesayangan ayah, dan anak termanis buat ibu. hahaha
cucu kesayangan nenek dan kakek ku dari sebelah ibu
karna dari sebelah ayah, aku bahkan tak pernah dianggap ada
aku yakin, nenek dari sebelah ayah pun bahkan tidak menyadari kalo Agustus besok aku akan wisuda
yah, tak mengapa
aku cukup bahagia dengan semua ini
berawal dari kehidupan yang serba pas2an. aku sama ayah ibu membangun semuanya. dengan keadaan memang dari kecil aku yang sudah memiliki sistem imun yang rendah terus membuat ayah dan ibu semangat untuk bertahan.
yaaah, aku,,
Riska kecil dengan kejang demamnya, Riska kecil dengan paru-paru basahnya
dan Riska kecil dengan ayah ibu nenek kakek yang syang dengan nya
pertama masuk TK, nenek dengan bahagia nya duduk diluar kelasku. menunggu kelas selesai dan mengajari aku menyebrngi jalan. menggendong ku dan memayungi ku ketika hujan.
dan kakek, yang selalu dengan kostum celana pendek nya berbaju kan kulit saja, dengan sibuknya mencari ku untuk menyuruhku makan siang...
dan itu tetap berlanjut sampai aku kuliah, dan mereka menutup mata
mereka tidak pernah memberiku uang sampe ratusan ribu, tapi mereka mengajariku untuk menatap dunia dengan sisi yang berbeda, yang berkiblat pada Allah dan keikhlasan
dari sosok kedua nya, aku bisa menjadi Riska yang kuat skrg ini
dan aku, selalu mencintai, dan merindukan sosok mereka
my beloved grandma
my beloved grandpa
dan ayah
yang akan selalu memarahi mereka2 yang membuatku menangis
yang akan memelukku ketika aku merasa dunia terlalu keras untuuku
dan ayah,
yang selalu bolak balik ke mushola dan keruang perawatan pada saat aku ada dimasa kritis
ayah, masih selalu saja menyelinap dikamarku untuk hanya memastikan bahwa aku tidak lupa menutup jendela kamarku,
dan ayah, akan selalu memastikan bahwa suhu tubuhku yang panas turun dengan setiap 15menit memegang dahiku
dan ayah yang menangis ketika aku kabur dr rumah
dan ayah yang selalu ingin aku tampil sempurnaaa dihadapan semua orang
dan ayah yang tidak bisa tidak melihatku satu minggu saja
yang rela nyusul ke bandung saat aku terpaksa masuk IGD RSHS
dan ayah yang selalu takut ketika hidungku berdarah
dan ayah yang selalu menanyakan aku baik2 saja ketika aku jatuh
dan itu terjadi 21 tahun aku berada dsampingnya
dan bagiku, ayah adalah pahlawan hidupku
ibu,
yang akan dengan bangga ku kenalkan pada dunia
yang selalu mengajari ku menjadi wanita seutuhnya
mengajariku tentang ketulusan
yang selalu mengkhwatirkan ku kalo aku mogok makan
dan ibu yang selalu meneteskan airmatanya dsetiap tengadahan doanya untuk ku
ibu, yang pertama kali memelukku dengan erat ketika aku dtinggal pergi oleh lelaki yang aku suka
dan ibu juga
yang selalu menyempatkan waktunya untuk mengajak ku mempercantik diri
dari ibu aku belajr tegar
dari ibu aku belajar berkorban
dan ibu, adalah segalanya untuk seorang Riska
21 tahun kurang 38 hari itu adalah LUAR BIASA
ketika dunia mengajakku untuk menjadi wanita dewasa
dan ketika Allah mengajariku untuk ikhlas
aku tahu, banyak hal yang harus aku syukuri
bahkan syukurku tak pernah berhenti
untuk nafas yang diberikan Tuhanku, untuk pelajaran berharga yang selalu Dia berikan untuk ku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar