sesuatu yang hidup, lantas mati
mungkin, akankah sama ?
sama halnya luka...
ketika kau masuk, kemudian keluar lagi
dan pintunya kau biarkan terbuka
luka menganga kembali
menimbulkan tetesan airmata
bahkan, ketika aku mendendangnya sebuah tarian dalam nyanyian
mungkin kau mengerti?
kau, tetap saja bungkam
menganggapku semu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar