Kamis, 08 Maret 2012
apakah kau rasakan pesonanya?
ketika ia melesak-lesak masuk ke dalam hatimu
membuatmu senantiasa haus dan haus
tapi haus yang membahagiakan..
benar kan?
ia seolah lentera, yg menerangi kelam,
setiap menapak selalu ada indah yang lain..
kau ingin berteriak, bukan?
kau bersuka cita tak habis-habis,
seakan menemukan harta karun,
hmm, mungkin bukan 'karun',
kita ganti saja harta 'sulaiman'
bukankah qta sama2 tau Qarun adalah orang yg dicatat alquran
sebagai makhluk hina krn meninggikan dirinya di atas Tuhan Semesta Alam..
Harta Sulaiman!
buncahkah dadamu saat itu?
haadzaa min fadhli robbii..
haadzaa min fadhli robbii..
haadzaa min fadhli robbii..!
ah syahdunya kata2 nabi Sulaiman itu..
memadamkan segala keakuan..
merendahkan kesombongan..
mengejek superioritas yg setan hembus2kan sampai kiamat..
bukankah cinta semakin merona saja,
dan seakan kau ingin mati karena memperjuangkannya?
menggalinya tanpa henti,
berkubang peluh,
menggadaikan waktu tidurmu?
bahkan nikmatnya saja mengalahkan sejuknya air dingin..
dan kerinduan padanya,
tak berbendung,
ialah prioritas sejati sebelum menjadi laku dalam hidupmu..
rindu yang sama,
bahwa kita ingin menabuh genderang peradaban..
ia memang sudah menjadi candu..
candu sejati..dalam nadi kita..
bukankah terasa?
ah, seandainya mereka tau apa yang kita rasakan..
ketika sakit dan sehat, manisnya sama..
ketika miskin dan kaya, lezatnya sama..
seandainya mereka tau.....
bahwa Mencari Kebenaran
adalah seindah-indah perasaan..
memperjuangkannya adalah surga..
ya,itulah ILMU..
bukankah begitu?
dan rasanya kita ingin menangis karena takjub dan takut..
benar jika kau rasakan,
jiwa ini terlampau ambisius terhadap ilmu,
terhadap Kebenaran!
seakan berbalapan dengan waktu,
kita butuh kecepatan tiga puluh jam per hari..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar