Rabu, 28 Maret 2012


satu .
dua .
tiga .
selalu ada permulaan di setiap awal curhat :')

maaf sebelumnya , kalo curhatan kali ini penuh emosi yang membuncah , penuh tangisan menahan luka , penuh goresan di hati , remuk , redam , hingga rasanya tak sanggup bangkit lagi . tapi kata seseorang , apapun , sesakit apapun kita , harus tetap senyum kan ? dan sekarang aku tersenyum sambil nangis . :') puas ?

aku nggak tahu harus memulai dari mana. semua ini terlalu sedih untuk kuungkapkan. aku cuma ingin kamu tahu, kalau aku menginginkan semua serpihan kenangan yang tercecer itu kembali rapi ditempatnya. serpihan saat kita berjabat tangan dengan tawa lebar . terlalu polos yak permintaan aku itu ?

aku dan kamu . aku dengan perasaan ku? atau hanya aku yang berfikiran seperti itu ? atau hanya aku yang begitu merindukan  kamu  disaat  kamu  tidak membalas sms konyolku ? atau hanya aku yang panik begitu melihat tawa  kamu  memudar ? atau hanya aku yang mengkhawatirkan  kamu  sudah makan atau belum ? atau hanya aku yang berfikir bagaimana caranya membuat  kamu  senang ? atau aku yang hanya berpikir aku gamau liat  kamu  sedih ? atau hanya aku yang mengganggap kalo kamu penting buat aku dan tempat bersandar ? atau hanya aku . . . cuma aku kah ? . . .

maaf . maaf . maaf , andai aku bisa menyebut kataa maaf beribu kali dan  kamu  mau mendengar aku sekarang ! maaf . 
aku gak berniat nyakitiin  kamu  sedikitpun . mungkin aku bukan seseorang yang baik , yang selalu ada disaat  kamu  sakit . tapi sungguh , andai aku bisa , aku ada disana sekarang . tapi sungguh , andai aku bisa , semalaman suntuk akan aku jaga  kamu  . tapi aku hanya bisa memantau kalian dari jauh lewat telfon dan sms . . maaf , karena keterbatasan aku , aku ga bisa liat  kamu  terus . maaf , 


menurut aku , 'sesuatu yang bernama rasa' itu terlalu sakral untuk dimainkan oleh anak-anak semacam kita . aku takut kamu patah . patah yang kayak aku rasain . maaf . aku minta konsisten .

sudah hampir stgh taun . apa pernah aku merengek untuk meminta kejelasan atas semua dengan begitu membucahnya ? apa pernah aku minta  kamu  jenguk saat aku sekarat hampir mati karena sesak nafas ? apa pernah aku minta  kamu  sms aku untuk tanyain kabar ? apa pernah aku merengek minta  kamu  ikut aku pergi ? apa pernah ? 
aku yang cari  kamu  . aku yang minta  kamu  ada didekat aku . aku selalu yang mencari .  kamu  pikir aku bosan ? enggak . karena aku selalu merindukan tawa kamu  meski  kamu  gak merindukan aku , karena aku begitu mengkhawatirkan  kamu  tanpa  kamu mengkhawatirkan aku :') karena aku akan melakukan apapun , apapun , apapun , agar  kamu  senang ! 

dan sekarang , aku ketakutan . ketakutan berada di dekat  kamu  , ketakutan disaat aku dekat , aku akan menyakiti  kamu  . ketakutan  kamu  akan semakin benci aku . ketakutan . rasa bersalah ini semakin membuncah , sampai rasanya hari-hariku warnanya pudar . aku harus bagaimana ?
aku takut ketakutan aku semakin menjalar ... takut sampai rasanya hatiku sesak . :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar